Nalar yang terlupakan
![]() |
| Games versi Dimas Kanjeng |
Keberhasilan para tersangka meyakinkan para korban (penipuan) ini terjadi karena lihainya para tersangka dalam menggunakan metode cuci otak. Metode cuci otak sendiri sebenarnya sudah ada dari dahulu dan menjadi tenar sejak meletusnya perang Dunia I dan perang dunia II, yaitu digunakan oleh para pembesar /perwira Jerman untuk meyakinkan dan memberi semangat dan keyakinan serta membangun kesetiaan kepada para serdadu untuk maju dimedan perang. Metode ini diterapkan oleh Jerman ternyata berhasil sehingga rakya Jerman dari yang masih muda sampai yang tua berbondong-bondong mendaftarkan diri dalam rangka membela kepentingan bangsa Jerman dan ambisi para penguasanya yang dipimpin oleh Adolf Hittler pada masa perang dunia ke II.
Metode utama yang digunakan dalam cuci otak adalah dengan memasukkan informasi/dogma secara audio dan visual secara waktu berkala dan panjang, dan bersifat terfokus.
Nah, bagaimana brainwash itu dilakukan? Sekali lagi, sebuah informasi yang ditekankan dan dimasukkan secara terfokus, dengan akses audio maupun visual, dan dilakukan secara terus menerus, mampu menggiring persepsi dan pola pikir maupun perasaan seseorang sedikit demi sedikit. Inilah yang kita sebut sebagai memasukkan nilai di bawah sadar seseorang. Ketika sebuah nilai telah tertanam cukup kuat di dalam bawah sadar seseorang, maka nilai itu lama kelamaan semakin kuat, berakar, dan permanent. Inilah yang kemudian disebut sebagai hasil dari brainwash itu, dan merupakan tujuan utama dilakukan hal tersebut.
Metode ini juga ternyata digunakan oleh para tersangka dengan menggunakan budaya dan tradisi setempat sebagai jalan masuk yang disisipi dengan hal -hal yang seolah-plah berasal dari agama atau tradisi padahal tidak ada dalam tradisi dan agama tersebut, seperti menciptkan sholawat fulus yang digubah dari sholawat nariyah. Sholawat nariyah sendiri berisi sanjungan kepada Nabi Muhammad saw yang dikarang oleh Syaikh Nariyyah atau ada juga
yang mengatakan dikarang oleh Syaikh Ibrahim at-Taaziyy
al-Maghribiy. Oleh para tersangka dibawah pimpinan Dimas Kanjeng
sholawat nariyah ini digunakan untuk meyakinkan para korban bahwa dengan mengumpulkan uang mereka di tempat dimas kanjeng dan
mereka di rumah atau dipadepokan terus menerus membaca sholawat
fulus dengan harapan Allah akan melipat gandakan uang mereka
secara langsung, tanpa melalui kerja keras dan waktu yang lama.Untuk membangun dan menambah keyakinan para korban maka tersangka membuat pertunjukkan seolah-olah dia bisa menggandakan uang secara langsung karena sudah memiliki kekuatan yang oleh sebagian masyarakat disebut KAROMAH dengan "Ketrampilan mengambil uang/perhiasan dan benda berharga dari balik baju dan kursinya"
Test yang dilakukan oleh tersangka ternyata sukses dan berhasil memperdaya ribuan orang untuk menitipkan dan menggandakan uangnya. Hal ini terjadi karena mereka para korban tidak menggunakan akal sehat dan logika yang lurus dalam mencerna sebuah peristiwa. Mereka langsung percaya begitu melihat video yang begitu menghebohkan masyarakat, tanpa filter logika.
Semoga peristiwa seperti ini jangan lagi terjadi dimasyarakat dan masyarakat harus mau belajar bahwa uang tidak bisa digandakan secara instan, tetapi harus melalui kerja keras dan usaha dan memerlukan jangka waktu, dan juga harus meminta kepada Allah supaya rejeki kita dimudahkan oleh-Nya, amin


Comments
Post a Comment