Sakit

Sakit adalah fitrah manusia dan siapapun pasti akan pernah merasakannya. Karena manusia bukanlah robot. Apalagi buat anak sekolah yang sering begadang mengerjakan tugas, laporan praktikum yang berjibun, belum lagi belajar dengan sistem wayangan atau SKS (sistem kebut semalam) , biasanya sering gampang sakit jika tidak diimbangi dengan asupan yang memadai dan bergizi. Bicara soal sakit, saat ini saya juga sering sakit, terutama jika terlalu sibuk maka tipus akan datang melanda lagi. Sakit langganan saya ini entah sudah berapa kali saya rasakan.

Sariawan, yah mungkin kelihatan sepele dan kecil, namun penyakit ini sungguh tidak mengenakan segalanya, apalagi makan dan minum. Haduh…makan enakpun sepertinya kurang nikmat rasanya. Padahal modal utama saya mengajar adalah mulut saya, jika begini apakah saya mengajar murid saya dengan bahasa hati yang saya sendiri tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan bahasa ini. Namun saya sadar, segala sesuatu sudah Allah gariskan termasuk sakit. Dan dengan sakit, saya yakin bahwa itu adalah bentuk lain dari kasih sayang Allah kepada kita manusia ini.


Mencaci maki, berkeluh kesah, meratapi nasib dan berburuk sangka dengan takdir Allah ketika kita merasakan sakit tidaklah akan menyelesaikan masalah, justru dosalah yang akan kita terima karena tidak rela dengan ketentuan-Nya. Nauzubillah suma na'udzubillah, kita berlindung kepada Allah dari perbuatan semacam itu.

Padahal apabila kita mengetahui hikmah dibalik semua itu, maka insya Allah sakit akan terasa ringan disebabkan banyaknya rahmat dan kasih sayang dari Allah Ta’ala. Hikmah dibalik sakit diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).


“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).


Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari sikap berkeluh kesah di saat sakit dan berusaha ikhlas menerimanya dengan tidak lupa melakukan ikhtiar berobat. Dan semoga kita digolongkan kedalam orang-orang yang sabar dan tawakal . Amin


Disarikan dari banyak sumber dengan banyak edit disana sini.

Comments

Popular Posts